Minggu, 18 November 2012

AGAMA, SUASANA DAN KEADAAN


Manusia Mudah Terkena Suasana Dan Keadaan


Allah SWT mencibtakan manusia dari tanah. Sifat tanah ini mudah terkena kondisi dan keadaan. Kalau hujan maka tanah akan basah begitu juga kalau panas tanah akan kering. Manusia pun begitu juga mudah terkena kondisi dan keadaan. Kalau lingkungan manusia itu kurang baik maka banyak sedikitnya manusia itu pun menjadi kurang baik. Kalau lingkungan manusia itu baik maka banyak sidikitnya manusia itu pun akan baik.

Mengapa ketika bulan ramadhan tiba mesjid-mesjid pada ramai karena pada bulan ramadhan suasan adan keadaan agama itu ada dimana-mana kita dapatkan suasana agama. Kita nonton TV, TV pun menyiaarkan siaran yang berbau agama bahkan artis-artis pun pada bulan ramadhan tutup aurat. Kita mendengarkan radio pun siaran yang disiarkan mengenai agama. Jumpa dengan teman pun bercerita masalah agama.

Ketika ada pertandingan sepak bola di stadion. Mana yang kita pilih nonton siaran langsung dari TV atak langsung nonton pertandingan sepak bola ke stadion. Pasti kita memilih nonton langsung ke stadion karena disana ada suasana dan keadaan yang mendorong kita untuk kesana. Begitu juga kalau ada konser music salah satu band favorit  kita diadakan dilapangan terbuka. Mana yang kita pilih nonton lewat TV, mendengarkan lewat radio atau langsung nonton kelapangan. Maka kita pasti lebih memilih untuk nonton kelapangan karena disana ada suasana dan keadaan yang mendorong kita untuk kesana.

Untuk mendapatkan suasana agama pun begitu juga  kita usahan diri kita selalu dalam kondisi dan keadaan yang ada suasana agama. Suasana agama akan kita dapatkan hanya dimesjid saja karena hanya dimesjid yang selalu ada suasana agama. Adanya shalat berjamaah, pengajian agama, kegiatan-kegiatan agama lainya. Selalu bergaul dengan teman-teman yang selalu berbicara mengenai agama. Insya Allah kita selalu berusaha mensuasanakan diri kita dalam agama jangan kita yang terkena suasana yang lalai dari mengingat Allah SWT dan sebainya lagi kita yang membuat suasana agama dimana-mana. Kita tidak malu menunjukan diri kita sebagai seorang muslim dengan selalu berpakaian, bertingkah laku, berbicara dan berakhlak secara islami. Kalau kita sudah biasa membuat suasan agama dimana-mana, baik itu dikantor, diladang, dipasar, dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Maka kita akan menjadi asebab hidayah untuk orang lain. Tangan kita selalu berbuat kebaikan, kaki kita selalu melangkah kepada kebaikan, lidah kita selalu berbicara kebaikan, mata kita selalu melihat kebaikan. Maka seluruh tubuh kita ini adalah pabrik kebaikan yang dengan melihat kita pun orang akan dapat hidayah, mendengar pembicaraan kita orang lain pun akan dapat hidayah. Mudah-mudahan Allah SWT pilih kita untuk menjadi asebab hidayah diseruh alam seperti Rasulullah SAW.

Jalan Ke Surga





--> Bukit ini terjal ustad?? jalan ke surga memang begitu..
-->ustad, mengapa kita begini bersusah payah?? mujahadah (susah payah) akan menumbuhkan dan menyuburkan iman..
-->enakan dirumah duduk manis, tidur di kasur dan bercengkrama dgn k
eluarga?? nanti kamu terlena kenikmatan duniawi dan lupa pulang kpd Alloh.. imanmu menurun.. mencintai itu harus berkorban, inilah bukti cinta kita kpd umat..
-->tak cukupkah kita dakwah di radio atau internet?? zaman nabi sudah ada surat menyurat namun nabi SAW hanya beberapa kali menggunakan-nya.. nanti dikomersilkan dan niat berbelok cari dunia.
-->Tapi niat baik kita belum tentu ditanggapi dengan baik pula?? Jangan terkesan mahluk.. sambutan baik, pujian, hinaan, celaan, caci maki dan pengusiran.. tujuan kita adalah ridho Alloh..
Manis itu ada karena ada rasa pahit.. nikmat itu ada karena susah payah.. dst..
 

IMAN.. IMAN.. IMAN

Iman itu menafikkan yang nampak dan meyakini yang tidak nampak.. melihat mahluk yang diingat Alloh...

IMAN dalam tamsil (permisalan) : banyak orang melihat dan memuji keindahan bunga, manisnya buah, dedaunan yg rimbun, kokohnya batang, banyaknya cabang dan ranting.. wahai sahabat..! adalah akar tersembunyi dan bekerja keras membuat semuanya indah dan kuat.. sebenarnyalah pujian itu ditujukan kepada akar.. demikian juga segala yg indah dan hebat di dunia ini berasal dari yang maha hebat dan maha ku
at.. maka iman adalah melihat mahluk, mengingat Alloh, menafikan yang nampak dan meyakini yang tidak nampak.. melihat orang yg tampan dan cantik, sesungguhnyalah Alloh yang maha indah.. maka pujilah Alloh.. melihat orang yg hebat, sesungguhnya Alloh yg maha hebat.. pujilah Alloh.. ada pejabat yg agung, sesungguhnya Allohlah yg maha agung.. pujilah Alloh yg maha agung.. semua berasal dari Alloh.. diatur oleh Alloh.. LAA ILAHA ILLALLOH.





KETIKA IMAN MENCAPAI PUNCAKNYA : Manusia sudah tak terkesan dengan mahluk, dia hanya berhajat kpd Alloh.. bahkan tak butuh lagi kpd makanan, minuman dan kasih sayang manusia dan harta benda.. yang dia butuhkan hanya Alloh.. Alloh dan Alloh.. dia makan karena butuh pertolongan Alloh dalam makanan itu, demikian juga minuman, dia ingin kasih sayang karena butuh pada Alloh yang menciptakan kasih sayang dalam hati manusia.. dia butuh harta sebenarnya dia butuh pertolongan Alloh dalam harta itu.. maka segala aktifitasnya dia senantiasa ingat Alloh.. ditujukan kpd Alloh.. utk Alloh.. dia senantiasa bersabar dan bersyukur.. semua yang terjadi atas kehendak Alloh.. hatinya tenteram dan damai... SUBHANALLOH..



Seperti Matahari


DAKWAH : Sperti matahari.. membawa cahaya.. menerangi dunia.. dia akan terus bersinar dan istiqomah berkesinambungan.. walau terhalang mendung dia tetap bersinar.. walaupun panas terik dia akan bersinar.. dicaci orangpun dia akan tetap bersinar... sampai akhirnya manusia menyesuaikan diri dengannya.. manusia bangkit dari tidurnya.. mematikan lampu, menjemur dan berteduh kala kepanasan.. matahari akan terus bersinar sampai tak dapat bersinar lagi.. dakwah sampai mati..

Hidup berhadapan dengan pilihan


Setiap pilihan punya resiko, tp kita tetap harus memilih karena hidup senantiasa dihadapkan pada pilihan2.. maka 
pilihlah karena Alloh, dan bersabarlah atas resikonya.. jgn memilih karena nafsu.